Senin, 20 Mei 2019

Meluruskan Perbedaan Bank Indonesia Dan OJK di Bidang Keuangan


Meluruskan Perbedaan Bank Indonesia Dan OJK di Bidang Keuangan

Semua orang pasti mengetahui OJK, lembaga keuangan dengan nama panjang Otoritas Jasa Keuangan ini dipandang oleh masyarakat awam sebagai lembaga yang bertugas mengaudit posisi keuangan lembaga lainnya. Otoritas Jasa Keuangan terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Lembaga ini merupakan badan independen yang memiliki fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan hingga penyidikan.

Mengenai Bank Indonesia atau yang sering disingkat BI, tidak mungkin ada masyarakat indonesia yang tidak mengetahui lembaga ini. Lembaga ini dibentuk dengan tujuan menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Sedangkan OJK dibentuk dalam rangka usaha pemerintah menyediakan lembaga yang mampu menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap keseluruhan kegiatan sektor keuangan.

Secara fungsi, OJK menggantikan tugas Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) serta mengambil alih tugas Bank Indonesia dalam hal pengawasan perbankan.Saat dibentuk, Otoritas Jasa Keuangan memiliki tiga tujuan (destination statement), yaitu mewujudkan sektor jasa keuangan yang Tangguh, stabil dan berdaya saing , Mewujudkan sektor jasa keuangan yang kontributif terhadap pemerataan kesejahteraan dan mewujudkan keuangan inklusif bagi masyarakat melalui perlindungan konsumen yang kredibel.

OJK memiliki dua tugas yaitu pengaturan dan pengawasan. Dalam melaksanakan tugas pengaturan, OJK memiliki beberapa wewenang yang bisa dilakukan diantaranya adalah menetapkan peraturan pelaksanaan undang-undang di sektor jasa keuangan, menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan, menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah  dan pengelolaan terhadap lembaga jasa keuangan dan pihak tertentu, dan yang terakhir dapat menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan dibawah Bank Indonesia.

Sedangkan dalam melaksanakan tugas pengawasan, OJK juga memiliki beberapa otoritas, diantaranya menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan, memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu, menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan dan dapat juga memberikan atau mencabut beberapa hal seperti izin usaha, pengesahan, dll.

Jika OJK memiliki tugas mengatur dan mengawasi sektor keuangan, maka Bank Indonesia memiliki tugas menjaga dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan. BI melalui BI Repo Rate, mengendalikan bunga pinjaman dan bunga tabungan di Perbankan sehingga secara langsung dan tidak langsung akan berdampak pada situasi moneter di Indonesia.

Selain itu, BI mengedarkan uang rupiah kepada masyarakat melalui Perbankan, sehingga dapat menjaga sistem pembayaran di Indonesia tetap stabil. Melalui perpanjangan tangan BI yaitu Perbankan yang masuk ke daerah pelosok – seperti bank-bank konvensional. BI juga menjaga stabilitas sistem keuangan melalui Perbankan dengan cara mengeluarkan berbagai peraturan seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), Tabunganku, tak terkecuali biaya administrasi yang ditimpakan kepada top up e-money yang saat ini tengah ramai dibicarakan.

BI dan OJK sama-sama bergerak di bidang keuangan. Namun perbedaannya adalah BI akan berfokus pada menjaga kestabilan nilai rupiah, sedangkan OJK berfokus pada pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan di Indonesia. Jika ada nasabah perbankan yang mengalami keluhan terhadap pelayanan terkait industri keuangan dapat melaporkannya ke OJK, bukan ke BI. Karena salah satu tugas utama OJK adalah melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Sekian pemaparan mengenai perbedaan antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi para pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons