Jumat, 27 Desember 2019

Fitur Wakaf di Asuransi Jiwa Allianz, Sebenarnya Apa Itu?



Zakat, infaq, sedekah hingga wakaf pastinya sudah sangat akrab di telinga muslim. Kini, Anda bisa melakukan amal dengan melakukan wakaf sambil berasuransi. Anda bisa menemukan fitur wakaf di asurans ijiwa syariah dari Allianz yang tentunya bisa memberikan lebih banyak manfaat untuk Anda. Sebenarnya fitur ini seperti apa?

Berwakaf dengan Memanfaatkan Fitur Asuransi Jiwa

Allianz sebagai salah satu perusahaan asuransi terbaik di Indonesia mengeluarkan salah satu produk asuransi syariahnya yakni asuransi jiwa Allisya Protection Plus. Di dalam produk asuransi yang satu ini, Anda bisa menemukan fitur wakaf. Sebelumnya, Allisya Protection Plus ini sendiri bisa melindungi aset dan penghasilan Anda.

Adanya fitur wakaf di asuransi ini bisa melindungi aset dan penghasilan untuk keberkahan dunia akhirat. Beberapa manfaat dari asuransi ini adalah risiko meninggal dunia. Asuransi ini akan memberikan rasa tenang bagi peserta yang diasuransikan maupun orang yang ditinggalkan. Sebab, ia sudah memberikan bekal terbaik untuk keluarga.

Selain itu, ada tujuan keuangan jangka panjang dengan memanfaatkan hasil investasi yang diperuntukkan untuk biaya pendidikan anak dan rencana finansial lainnya. Lalu, dengan membeli manfaat tambahan, Anda bisa mendapat perlindungan lebih luas mencakup santunan asuransi jiwa tambahan hingga pembebasan retribusi jika peserta mengalami sakit kritis.

Sedangkan fitur wakaf yang dimilikinya juga memberikan manfaat untuk si peserta. Manfaat yang bisa didapat adalah santunan asuransi sebagai warisan keluarga. Nantinya, sebagian santunan ini akan diwakafkan sebagai amal jariyah sehingga diharapkan si peserta memperoleh pahala yang tak terputus.

Fitur Wakaf Menerapkan Prinsip Dasar Wakaf

Tenang saja, fitur wakaf yang ada di asuransi jiwa Allianz ini menerapkan prinsip dalam wakaf yang didasarkan pada DSN-MUI No 106/DSN-MUI/X/2016. Beberapa prinsipnya adalah pihak yang ditunjuk untuk menerima asuransi sudah menyatakan janji yang mengikat untuk mewakafkan manfaat asuransi.

Selain itu, manfaat asuransi yang boleh diwakafkan maksimal adalah 45% dari totalnya. Semua calon penerima manfaat yang ditunjuk atau penggantinya menyatakan persetujuan dan kesepakatan atas hal ini. Lalu, ada ikrar wakaf yang dilaksanakan setelah manfaat asuransi secara prinsip sudah menjadi hak penerima manfaat yang ditunjuk atau penggantinya.

Selain itu, potensi nilai dana investasi boleh diwakafkan oleh pihak yang diasuransikan dalam polis asuransi. Lalu, kadar jumlah potensi nilai dana investasi yang boleh diwakafkan paling banyak adalah 1/3 dari total kekayaan atau tirkah kecuali ada kesepakatan lain dari penerima manfaat.

Tenang saja, nantinya pengelolaan wakaf dari asuransi jiwa syariah Allianz ini akan dikelola oleh Lembaga Pengelola Wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia atau BWI. Jadi, Anda tak perlu khawatir kalau dana yang Anda sumbangkan tak diterima oleh pihak yang benar-benar memerlukan. Anda bahkan bisa pilih lembaga mana yang mengelolanya.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons